Persepsi Civitas Akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Terhadap Keberadaan Pemulung di Sekitar Kampus

Penulis

  • Zuhri Fitransyah Hasibuan Universitas Sumatera Utara
  • Erni Asneli Asbi Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1019

Kata Kunci:

Persepsi, Civitas Akademika, Pemulung, FISIP USU

Abstrak

Fenomena keberadaan pemulung dalam ruang publik perkotaan kerap memunculkan respons yang beragam karena aktivitas mereka bersinggungan dengan isu kebersihan, keamanan dan dinamika sosial masyarakat sekitar. Hal serupa juga tampak di lingkungan Universitas Sumatera Utara, dimana interaksi antara civitas akademika dan pemulung berlangsung hampir setiap hari dan membentuk kontruksi makna tertentu mengenai kelompok pekerja sektor informal tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi civitas akademika FISIP USU terhadap keberadaan pemulung disekitar kampus serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Dengan metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling melibatkan 10 informan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan dan pemulung yang aktif bekerja di area sekitar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi civitas akademika FISIP USU terbagi menjadi persepsi negatif yang dipengaruhi kekhawatiran mengenai kebersihan, estetika lingkungan, ketertiban dan adanya potensi gangguan keamanan dan persepsi positif yang didorong oleh kesadaran ekologis dan nilai kemanusiaan yang melihat pemulung sebagai pihak yang membantu mengurangi sampah serta mendukung proses daur ulang. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa persepsi terbentuk karena faktor internal seperti pengalaman pribadi civitas akademika, nilai moral dan empati, serta kondisi emosional, dan faktor eksternal seperti kondisi lingkungan fisik kampus, norma atau budaya kampus, adanya streotipe sosial, serta pola interaksi sehari-hari antara civitas akademika dan pemulung. Penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan pemulung tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan, melainkan cerminan relasi sosial antara komunitas akademik dan kelompok pekerja informal. Rekomendasi diberikan dalam bentuk penguatan sistem pengelolaan sampah, peningkatan edukasi lingkungan, penguatan regulasi area publik kampus, serta pendekatan humanis yang tetap mempertimbangkan ketertiban dan keamanan.

Referensi

Akbar, R. F. (2015). Analisis persepsi pelajar tingkat menengah pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10(1), 189–210.

Al-Khatib, I. A., Shaheen, H. I., & Abu-Lebdeh, T. A. (2021). The health risks and socio-economic conditions of waste pickers in developing countries: A case study in Jordan. Waste Management & Research, 39(5), 516–524.

Andi, M., & Sutrisno, T. (2022). Persepsi mahasiswa universitas terhadap pemulung di Kota Medan. Jurnal Sosial dan Komunitas, 5(2), 115–126.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. New York: Anchor Books.

Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Budi, R., & Nurlaila, S. (2021). Sikap akademisi terhadap pengelolaan sampah dan peran pemulung di lingkungan kampus. Jurnal Pendidikan dan Lingkungan, 6(1), 44–56.

Clayton, S., & Myers, G. (2015). Conservation Psychology: Understanding and Promoting Human Care for Nature (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dias, S. M. (2016). Waste pickers and cities. Environment and Urbanization, 28(2), 375–390.

Hadi, S., & Wibowo, S. (2020). Kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi pemulung di kota besar. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 147–158.

Hume, D. (1739). A Treatise of Human Nature. Oxford: Oxford University Press.

Khollmuss, A., & Agyeman, J. (2002). Mind the gap: Why do people act environmentally and what are the barriers to pro-environmental behavior? Environmental Education Research, 8(3), 239–260.

Medina, M. (2007). The World’s Scavengers: Salvaging for Sustainable Consumption and Production. Lanham: AltaMira Press.

Rubin, A., & Babbie, E. (2016). Essential Research Methods for Social Work (4th ed.). Boston: Cengage Learning.

Saleh, A. A. (2018). Pengantar Psikologi. Makassar: Aksara Timur.

Siti Huzaimah. (2020). Kehidupan sosial ekonomi pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Sitimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta. IMEJ: Jurnal Manajemen dan Pemberdayaan Islam, 2(1), 81–92.

Steg, L., & Vlek, C. (2009). Encouraging pro-environmental behaviour: An integrative review and research agenda. Journal of Environmental Psychology, 29(3), 309–317.

Stern, P. C. (2000). Toward a coherent theory of environmentally significant behavior. Journal of Social Issues, 56(3), 407–424.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulaiman, H., & Kartika, S. (2018). Peran pemulung dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sampah dan Lingkungan, 20(3), 85–98.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Walgito, B. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.

Wastika, R. M., Hanum, F., & Anshari, S. (2020). The role of waste pickers in urban waste management: Case study in Jakarta, Indonesia. Journal of Environmental Management, 256, 109987.

Wilson, D. C., Velis, C., & Cheeseman, C. (2006). Role of informal sector recycling in waste management in developing countries. Habitat International, 30(4), 797–808.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-18

Cara Mengutip

Hasibuan, Z. F., & Asbi, E. A. (2026). Persepsi Civitas Akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Terhadap Keberadaan Pemulung di Sekitar Kampus. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 3225–3242. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1019

Terbitan

Bagian

Artikel