Revitalisasi Tabiang Barasok melalui Community Based Tourism Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1234Kata Kunci:
PPK Ormawa, Community Based Tourism, Tabiang Barasok, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Wisata, Pariwisata BerkelanjutanAbstrak
Program RANCAK (Revitalisasi dan Aktivasi Community Based-Tourism Area Kreatif) dilaksanakan di Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, untuk menanggapi permasalahan tata kelola POKDARWIS, promosi digital, daya tarik dan fasilitas wisata, pengembangan UMKM, serta kemandirian pengelolaan camping ground. Artikel pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan proses intervensi dan perkembangan capaian program berdasarkan laporan kemajuan pelaksanaan PPK Ormawa UPKK Universitas Negeri Padang tahun 2026. Pelaksanaan dilakukan melalui pembekalan, pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, revitalisasi fasilitas, penguatan media digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya pembagian tugas POKDARWIS yang lebih jelas, jadwal kerja yang lebih teratur, dan rencana kerja yang mulai digunakan; media sosial destinasi kembali aktif dan website resmi tersedia serta dikelola POKDARWIS; fasilitas kawasan direvitalisasi melalui pengembangan gapura, taman kelinci, area camp, sistem kebersihan, kebun strawberry, taman bunga, kaca cembung, spot foto, papan informasi, ayunan, sudut foto, dan penerangan; tujuh produk unggulan dikembangkan melalui branding, kemasan, dan penguatan identitas; serta inventaris camping disiapkan untuk mendorong kemandirian pengelolaan. Aktivasi destinasi diperkuat melalui Grand Re-Activation dan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, media, perguruan tinggi, dan mitra. Keberlanjutan diarahkan melalui atraksi tematik dan budaya, lisensi barista, peluang pengabdian dosen tahun 2027, jejaring penghargaan, event nasional, kelompok baru, serta nota kesepakatan dengan mitra.
Referensi
Bagasta, A. R., Iswara, C., & Lasally, A. (2021). Analisis potensi wisata menggunakan informasi geografis dan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Desa Sumberagung, Grobogan, Jawa Tengah. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 15(2), 148–157. https://doi.org/10.47608/jki.v15i22021.148-157
Dolezal, C., & Novelli, M. (2022). Power in community-based tourism: Empowerment and partnership in Bali. Journal of Sustainable Tourism, 30(10), 2352–2370. https://doi.org/10.1080/09669582.2020.1838527
Ghaderi, Z., Abooali, G., & Henderson, J. C. (2018). Community capacity building for tourism in a heritage village: The case of Hawraman Takht in Iran. Journal of Sustainable Tourism, 26(4), 537–557. https://doi.org/10.1080/09669582.2017.1361429
Hakim, R. M. A., Chan, A., Rivani, R., Suryadipura, D., & Auliana, L. (2025). Penerapan pemasaran digital bagi pelaku pariwisata Desa Panundaan, Kabupaten Bandung. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2). https://doi.org/10.24198/kumawula.v8i2.51418
Hartono, T., Trisakti, F. A., & Fuadiah, I. (2022). Community-based ecotourism: Peran “Pokdarwis” dalam branding Siak Hijau. PRofesi Humas, 6(2).
Idrus, I. I., Syam, A., Mappe, U. U., & Sunaniah, S. (2025). Pengembangan wisata bahari berbasis teknologi informasi di Pulau Lae-Lae, Kota Makassar. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1).
Joo, D., Woosnam, K. M., Strzelecka, M., & Boley, B. B. (2020). Knowledge, empowerment, and action: Testing the empowerment theory in a tourism context. Journal of Sustainable Tourism, 28(1), 69–85. https://doi.org/10.1080/09669582.2019.1675673
Kembaren, B. E. P., Liyushiana, Yanti, D., Sianipar, C. I., & Khairi, N. (2022). Pelatihan pengelolaan website dalam rangka peningkatan kompetensi digital marketing dan tata kelola daya tarik wisata di Dusun Kreatif Indonesia. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1).
Lee, S., & Joo, D. (2024). Intermediary organizations as supporters of residents’ innovativeness and empowerment in community-based tourism. Journal of Sustainable Tourism, 32(8), 1534–1556. https://doi.org/10.1080/09669582.2023.2247179
Lee, T. H., & Jan, F. H. (2019). Can community-based tourism contribute to sustainable development? Evidence from residents’ perceptions of sustainability. Tourism Management, 70, 368–380. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2018.09.003
Li, X., Kim, J. S., & Lee, T. J. (2021). Collaboration for community-based cultural sustainability in island tourism development: A case in Korea. Sustainability, 13(13), 7306. https://doi.org/10.3390/su13137306
Lund, N. F., Cohen, S. A., & Scarles, C. (2018). The power of social media storytelling in destination branding. Journal of Destination Marketing & Management, 8, 271–280. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2017.05.003
Nurwanto, N. (2021). Evaluasi dampak pembangunan pariwisata menggunakan konsep Community Based Tourism (CBT) di Kawasan Wisata Tebing Breksi. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(2), 109–124. https://doi.org/10.47608/jki.v14i22020.109-124
Rachmawati, E., & Pasaribu, A. (2022). Pengembangan wisata berbasis masyarakat di kawasan Wisata Lawe Gurah, Taman Nasional Gunung Leuser. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 16(1), 15–32. https://doi.org/10.47608/jki.v16i12022.15-32
Raksapati, A., & Rugarmika, R. (2026). Pendampingan untuk mengembangkan desa wisata berkualitas di Desa Koto Ruang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1).
Rosita, Y. D., Nugroho, N. E. W., Salsabila, Z., & Pamungkas, A. R. P. (2025). Pemberdayaan pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital melalui content marketing di Desa Banjaranyar. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2).
Saidah, Z., Djuwendah, E., & Wulandari, E. (2023). Meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan di Desa Gunung Masigit. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3).
Suherman, M. T., & Siwiyanti, L. (2023). Pengembangan pemasaran ekonomi kreatif melalui digital marketing untuk UMKM di Desa Cileungsing Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3).
Sulistyono, B., Irianto, H., Riptanti, E. W., & Herawati, A. (2026). Pengembangan Desa Wisata Jatisari Edupark melalui peningkatan kualitas sarana prasarana dan kelembagaan. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1).
Thaitami, S. H., Wahyuri, A. S., Putri, V. A., Sari, P., Oktavia, A. O., & Ananda, P. (2026). PEMBERDAYAAN POKDARWIS DESA WISATA NAGARI AMPANG PULAI MELALUI EDUKASI SMART-COMMUNITY BASED TOURISM UNTUK MENDORONG EKOWISATA BUKIK AMEH. EDU RESEARCH, 7(2), 1-12.
Thaitami, S. H., Yusuf, H., & Silvia, F. (2026). Pelatihan rias panggung straight make up dan pemasangan sunting penari sebagai upaya pengembangan entrepreneur muda guna menunjang event wisata Kelurahan Kayu Kubu, Kota Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(2), 16435–16445. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i2.40600
Umam, C., Pangesti, F. S. P., & Yuslistyari, E. I. (2020). Pemberdayaan POKDARWIS TAZGK dalam pengembangan desa wisata di Kaduengang. Sawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.24198/sawala.v1i1.25838
Yasir, Y. (2021). Komunikasi pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata di Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Jurnal Kajian Komunikasi.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Hajar Thaitami , Faradiba Arnoldi , Puspita Sari , Rafiq Mustafa , Fadia Hadila Putri , Dina Aulia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

