Daya Ikat Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Penegakan Kode Etik Advokat Indonesia: Kajian Normatif

Penulis

  • Humaira Hannani Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Abd. Rahman Alwi Pase Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i4.1380

Kata Kunci:

Kecerdasan Buatan, Advokat, Kode Etik, Daya Ikat, Penegakan Etik

Abstrak

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam praktik hukum menimbulkan persoalan mengenai tanggung jawab profesional advokat dan kedudukan pedoman penggunaannya dalam penegakan kode etik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan dan daya ikat Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan bagi Advokat Indonesia serta implikasinya terhadap kewenangan Dewan Kehormatan. Metode yang digunakan dipenelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundnag-undnagan dan konseptual, serta pendekatan perbandingan untuk menelaah pengaturan di negara lain. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualititatif dengan sifat preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman AI belum dapat dipersamakan dengan peraturan perundang-undangan maupun Kode Etik Advokat Indonesia. Pedoman tersebut lebih tepat berfungsi sebagai acuan interpretatif dalam menerapkan kewajiban etik, bukan sebagai dasar mandiri penjatuhan sanksi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kode etik atau pembentukan norma pelaksana yang sah untuk memperjelas kewajiban verifikasi keluaran AI, perlindungan kerahasiaan klien, dan pertanggungjawaban profesional advokat.

Referensi

Abbott, K. W., & Snidal, D. (2000). Hard and soft law in international governance. International Organization, 54(3), 421–456. https://doi.org/10.1162/002081800551280

American Bar Association, Standing Committee on Ethics and Professional Responsibility. (2024, July 29). Formal opinion 512: Generative artificial intelligence tools. https://www.americanbar.org/content/dam/aba/administrative/professional_responsibility/ethics-opinions/aba-formal-opinion-512.pdf

Benuf, K., & Azhar, M. (2020). Metodologi penelitian hukum sebagai instrumen mengurai permasalahan hukum kontemporer. Gema Keadilan, 7(1), 20–33. https://doi.org/10.14710/gk.2020.7504

Chrisjanto, E., & Luhukay, R. S. (2025). Perlindungan hukum terhadap artificial intelligence (AI) di Indonesia. Jurnal Legal Reasoning, 7(2), 224–248. https://doi.org/10.35814/jlr.v7i2.8277

Fernando, Z. J., & Imanuddin, M. (2025). Hukum dan artificial intelligence: Masa depan keadilan di era digital. Depok: Rajawali Pers.

Hakim, H. A., Praja, C. B. E., & Ming-Hsi, S. (2023). AI in law: Urgency of the implementation of artificial intelligence on law enforcement in Indonesia. Jurnal Hukum Novelty, 14(1), 122–134. https://doi.org/10.26555/novelty.v14i1.a25943

Hanafi, I., Syah, K., Judijanto, L., Maruf, I. R., & Subihat, I. (2024). Legal study on ethical issues in the use of artificial intelligence for legal decisions: Critical literature review. Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 23(2), 743–756. https://doi.org/10.31941/pj.v23i2.4659

Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 49.

Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 196.

Komite Kerja Advokat Indonesia. (2002). Kode Etik Advokat Indonesia.

Makarim, E. (2005). Pengantar hukum telematika: Suatu kompilasi kajian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Marzuki, P. M. (2025). Penelitian hukum (Edisi revisi). Jakarta: Prenada Media.

Ministry of Law Singapore. (2026). Guide for using generative AI in the legal sector. https://www.mlaw.gov.sg/files/Final_Ver__Guide_for_using_Generative_AI_in_the_Legal_Sector.pdf

Muhammad, A. (2006). Etika profesi hukum (Ed. ke-3). Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Panjaitan, B. S. (2019). Bantuan hukum sebagai sarana dalam mewujudkan keadilan. Doktrina: Journal of Law, 2(1), 45–65. https://doi.org/10.31289/doktrina.v2i1.2384

Panjaitan, B. S. (2021). Dari advokat untuk keadilan sosial. Sleman: Deepublish.

Panjaitan, B. S. (2024). Penegakan hukum lingkungan hidup oleh advokat. Bina Hukum Lingkungan, 6(1), 77–92. https://www.bhl-jurnal.or.id/index.php/bhl/article/view/207

Panjaitan, B. S. (2025). Constructive criticism of the role of Sharia advocates in legal aid in the contemporary era. MILRev: Metro Islamic Law Review, 4(2), 1359–1392. https://doi.org/10.32332/milrev.v4i2.11294

Panjaitan, B. S. (2026a). Examining the role of Islamic higher education legal aid organizations in realizing justice through legal aid. Journal of Law Science, 8(3), 304–312. https://doi.org/10.35335/jls.v8i3.7238

Panjaitan, B. S. (2026b). Peran LBH PTAI mewujudkan keadilan melalui bantuan hukum. Jurnal Sakato Ekasakti Law Review, 5(1), 115–127. https://doi.org/10.31933/jm6ree37

Panjaitan, B. S., Hasibuan, P. H., Kurniawan, P., Sirait, A. S., & Ma’mun, S. (2024). Revitalizing Sharia advocates: Reforming the law on advocates in strengthening the role of Islamic law in Indonesia. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 9(2), 485–504. https://doi.org/10.29240/jhi.v9i2.10875

Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). (2026). Pedoman penggunaan kecerdasan buatan bagi advokat Indonesia.

Puwa, S. I. P., Puluhulawa, F., & Rahim, E. I. (2023). Gagasan ideal pengaturan perlindungan data pribadi sebagai bentuk hak privasi di Indonesia. PALAR (Pakuan Law Review), 9(2), 25–37. https://doi.org/10.33751/palar.v9i2.7939

Putri, F. M. Y. K., Hakim, H. A., Praja, C. B. E., & Espares, G. (2024). Thinking the future potential of artificial intelligence in law enforcement. Perspektif Hukum, 24(2), 269–294. https://doi.org/10.30649/ph.v24i2.319

Ramadhan, F., Musthafa, A. R., & Taniady, V. (2026). Lawyers, artificial intelligence, and fabricated jurisprudence: A comparative analysis of legal ethics. Jurnal Media Hukum, 33(1), 80–98. https://doi.org/10.18196/jmh.v33i1.28868

Rosadi, S. D. (2023). Pembahasan UU Pelindungan Data Pribadi (UU RI No. 27 Tahun 2022). Jakarta: Sinar Grafika.

Tan, D. (2021). Metode penelitian hukum: Mengupas dan mengulas metodologi dalam menyelenggarakan penelitian hukum. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(8), 2463–2478. https://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/5601

Winarta, F. H. (1995). Advokat Indonesia: Citra, idealisme dan keprihatinan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-26

Cara Mengutip

Harahap, H. H., & Pase, A. R. A. (2026). Daya Ikat Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Penegakan Kode Etik Advokat Indonesia: Kajian Normatif. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 4620–4629. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i4.1380