Peran Administrasi Perkantoran dalam Mendukung Pelayanan Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i4.1388Kata Kunci:
Administrasi Perkantoran, Pelayanan Sosial, Dinas Sosial, Pengelolaan DokumenAbstrak
Praktik Administrasi Perkantoran berperan untuk mendukung kelancaran pelayanan sosial dalam layanan registrasi pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan korespondensi, penginputan data melalui Excel, arsip dokumen yang berhubungan secara langsung dengan pelayanan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan peran administrasi perkantoran dalam mendukung pelayanan sosial pada dinas sosial provinsi sulawesi selatan serta untuk mendapatkan gambaran terkait pelaksanaan administrasi pada unit kerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis pengalaman langsung melalui praktik lapangan dan observasi, keterlibatan langsung dalam kegiatan administrasi, dan dokumentasi kegiatan. Praktik Administrasi Perkantoran berlangsung pada 8 Juni sampai 7 Agustus 2026 dengan berfokus pada kegiatan administrasi di Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia (Rehsos PACA), Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (Rehsos TUSOS). Dan Bidang Program. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pengelolaan surat masuk dan surat keluar, pencatatan dan pengarsipan dokumen, pendistribusian surat, serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Hasil menunjukkan bahwa administrasi perkantoran memiliki peran untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pelayanan sosial kepada masyarakat. Dengan pengelolaan administrasi yang dilakukan secara efektif dan sistematis, kegiatan administrasi dapat membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan pelayanan sosial. Dengan demikian, administrasi perkantoran merupakan bagian penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan pelayanan sosial pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
Referensi
Arsyad, Y., & Rahmawati. (2026). Praktik administrasi pekerjaan sosial dalam manajemen pelayanan sosial. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(11),
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). California: SAGE Publications.
Faoziyah, S. (2023). The urgency of establishing a social welfare center (Puskesos) in Cirebon City. International Journal of Science and Society, 5(3), 478–491.
Farhan, A. (2023). Inovasi pelayanan publik pada pemerintah daerah di Indonesia. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 7(2), 111–123.
Hanyfa, M. R., & Rustianingsih, E. (2024). Collaborative governance dalam pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat miskin di Desa Kesamben Kulon. Journal Publicuho, 7(3), 1471–1488.
Marsuq, K. (2017). Kapasitas kelembagaan dalam optimalisasi pelayanan publik pada Kantor Camat Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. JAP: Jurnal Administrasi Publik, 1(1), 61–65.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. California: SAGE Publications.
Setiawan, A., Tjiptoherijanto, P., Mahi, B. R., & Khoirunurrofik. (2022). The impact of local government capacity on public service delivery: Lessons learned from decentralized Indonesia. Economies, 10, 323.
Skidmore, R. A. (1995). Social work administration: Dynamic management and human relationships. Boston: Allyn and Bacon.
Supit, B. F., Einjelheart, H. P., & Mewengkang, R. (2025). Konsep dan implementasi kepemimpinan kolaboratif dalam organisasi sektor publik. Konstruksi Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial, 5(1), 32–44.

