Aplikasi Asam Amino dalam Pembuatan Pupuk Hayati untuk Zat Aktivator Tanaman Padi pada Masa Vegetatif Maupun Generatif
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.666Kata Kunci:
Asam Amino, Padi, Pupuk HayatiAbstrak
Produksi padi di Indonesia seringkali menurun bahkan menimbulkan kerugian akibat kurang sehatnya tanah persawahan. Hal ini disebabkan para petani kurang penggunaan pupuk hayati pada tanah persawahan, selain itu para petani yang menanam padi terus-menerus tanpa adanya perubahan pada pola jenis tanaman. Kondisi seperti ini akan menimbulkan tanah menjadi tidak sehat dan membuat kualitasnya menurun. Selain itu, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan yang salah satu faktor rusaknya tanah. Kecamatan Sukosewu merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi andalan di Provinsi Jawa Timur sebagai sentra penghasil padi. Solusi dalam yang dapat dilakukan adalah memberikan motivasi dan bimbingan pada gapoktan dan kelompok tani dalam penggunaan pupuk organik secara berkala dan sering supaya tanah persawahan kembali subur dan berkualitas baik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro. Pengabdian ini dilakukan bersama bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat tentang pelatihan pemanfaatan asam amino untuk pembuatan pupuk hayati bagi tanaman dan tanah dari di Desa Sidorejo Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro.Referensi
Ashari, A. M. (2024). Pelatihan Pembuatan Kompos dari Campuran Limbah Daun Kering dan Basah. Journal of Community Development, 5(1), 101–107.
Darwati, D. (2017). Pemanfaatan Pupuk Hayati (Biofetilizer) Pada Tanaman Rempah dan Obat. Jurnal Perspektif, 16(1): 33-43. https://doi.org/10.21082/psp.v16n1.2017.
Dewi, M. N., Guntama, D., Perdana, R., & Fauzan, M. (2022). Pengaruh Waktu Fermentasi dan pH Terhadap Kandungan Nitrogen, Kalium, dan Fosfor dalam Pupuk Cair Organik dari Limbah Kulit Pisang (Musa paradisiacal). Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 6(1), 27. https://doi.org/10.32493/jitk.v6i1.14667.
Kartikawati, Andriana, O. Trisilawati, and I. Darwati. (2017). Pemanfaatan Pupuk Hayati (Biofetilizer) pada Tanaman Rempah dan Obat. Jurnal Perspektif, 16(1) :33–43. https://doi.org/10.21082/psp.v16n1.2017.
Maya, S. E., Nurilmala, M., & Abdullah, A. (2016). Amino Acid Profile and Bioactive Compounds of Seahorse Hippocampus Comes. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 9(2), https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29244/jitkt.v9i2.19295 1–23.
Pakpahan, Tience E., Taufiq Hidayatullah, and Eva Mardiana. (2022). Effect of Biofertilizer and Inorganic Fertilizer on Growth and Productivity of Shallot (Allium Cepa L.). Jurnal Biologi Tropis, 22(3): 824–33. https://doi.org/10.29303/jbt.v22i3.3491.
Rina, K., Suwarto, & Eko, S. (2023). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Numbu dengan Pemupukan Organik yang Berbeda. Bul. Agrohorti, 11(1), 81–87.
Susanto, H., Taufiq, A., Gunawan, A., and Sholeh, M. (2023). Pemanfaatan Biofertilizer Kelor untuk Efektivitas Smart Farming Berbasis Green House. Semanggi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2 (2022): 13–22. https://doi.org/10.38156/sjpm.v2i02.129.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Masahid Masahid, Pujiati Pujiati, Danang Danang

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

