Efektivitas Media Film Dokumenter dalam Meningkatkan Minat dan Pemahaman Murid pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.977Kata Kunci:
Film Dokumenter, Minat Belajar, Pemahaman MuridAbstrak
Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas media film dokumenter dalam meningkatkan minat dan pemahaman murid pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) materi Khulafaur Rasyidin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian mencakup seluruh murid kelas VII MTs Ittihadiyah Tanre Assona Kabupaten Pinrang, dengan sampel 60 murid yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest-posttest), angket minat belajar, dan observasi. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan: (1) rata-rata minat belajar kelompok eksperimen mencapai 83,06% (kategori tinggi), (2) terdapat peningkatan pemahaman signifikan pada kelompok eksperimen sebesar 42,90 poin, jauh melampaui kelompok kontrol yang hanya meningkat 21,23 poin, (3) rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,67 (kategori sedang). Hasil analisis statistik inferensial melalui Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti penggunaan media film dokumenter lebih efektif secara signifikan dibandingkan metode konvensional. Simpulan penelitian menegaskan bahwa media film dokumenter efektif meningkatkan kualitas pembelajaran SKI di madrasah.Referensi
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.
Arsyad, A. (2019). Media pembelajaran. PT RajaGrafindo Persada.
Azizah, N., & Mulyadi, A. (2024). Inovasi media pembelajaran audiovisual dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi kebudayaan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–158.
Chen, T., & Wu, H. (2023). Documentary-based learning in history classrooms: Enhancing historical empathy and critical historical thinking among secondary school students. International Journal of History Education, 19(2), 112–128.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Hamdanah, H. (2023). Implementasi layanan bimbingan dan konseling untuk pencegahan masalah belajar peserta didik. Jurnal Pemikiran Keislaman, 34(1), 45–59.
Hidi, S., & Renninger, K. A. (2020). The four-phase model of interest development: Implications for multimedia and digital learning environments. Educational Psychologist, 55(2), 91–106.
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Muhaimin, M. (2022). Rekonstruksi metodologi pembelajaran pendidikan agama Islam. Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
Noetel, M., Griffith, S., Delaney, O., Sanders, T., Parker, P., del Pozo Cruz, B., & Lonsdale, C. (2021). Video improves learning in higher and secondary education: A systematic review and meta-analysis. Review of Educational Research, 91(2), 204–236.
Sari, R. K., & Nugroho, A. (2023). Pemanfaatan film dokumenter sejarah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Jurnal Educatio: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 33–45.
Slameto, S. (2020). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Sweller, J. (2020). Cognitive load theory and educational technology. Educational Technology Research and Development, 68(1), 1–16.
Wulandari, D., & Pratama, R. (2025). Documentary film as a learning medium to improve historical understanding among secondary school students. Journal of Social Science Education, 14(1), 67–79.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Anugerah Ramadhan, Hamdanah Hamdanah, Musyarif Musyarif, Muhammad Saleh, Abdul Halik

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

