Hiperaktivitas sebagai Attention Seeking Behavior bagi Anak: Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak di KB Al-Mujtama’ Pamekasan
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i2.844Kata Kunci:
Attention Seeking Behavior, Hiperaktif, Keterlibatan Orang Tua, Sosial EmosionalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hiperaktivitas sebagai attention seeking behavior serta mengkaji peran keterlibatan orang tua dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini di KB Pondok Pesantren Al-Mujtama' Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hiperaktif pada anak tidak semata-mata berkaitan dengan faktor biologis, tetapi juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal untuk memperoleh perhatian dan pemenuhan kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Perilaku tersebut ditandai dengan kesulitan duduk tenang, impulsivitas, mengganggu teman, serta mencari respons dari guru dan lingkungan sekitar. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa rendahnya keterlibatan orang tua, kurangnya komunikasi hangat, serta lemahnya kelekatan emosional berkontribusi terhadap munculnya perilaku attention seeking behavior. Sebaliknya, keterlibatan orang tua yang aktif melalui pendampingan, perhatian, komunikasi yang intensif, serta kerja sama dengan pihak sekolah mampu meningkatkan stabilitas sosial emosional anak dan mengurangi perilaku hiperaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi faktor penting dalam pengembangan sosial emosional anak serta dapat menjadi alternatif nonmedis dalam menangani perilaku hiperaktif pada anak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis pesantren.
Referensi
Alfiansyah, Abdul Latif, M., Kusumawardani, N., Ayuni, N., Margareta Sukma A, T., & Febriayanti, H. (2024). Modifikasi Perilaku Anak Usia Dini: Problematika Anak ADHD. Nak-Kanak: Journal of Child Research, 1(2), 83–93. https://doi.org/10.21107/njcr.v1i2.61
Adler, A. (1927). Understanding Human Nature. hlm. 112–118.
Amalia, F., Suriansyah, A., & Rafianti, W. R. (2024). Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak: Membangun Kolaborasi Efektif dengan Sekolah. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2217–2227.
Anjani, R., Mashudi, E. A., & Indonesia, U. P. (2024). Keterlibatan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Perspektif Orang Tua Dan Guru. Kumarottama: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 03(January), 110–127.
Armina. (2024). Hubungan Penggunaan Gadget dengan Risiko Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktivitas dan Masalah Perilaku Emosional pada Anak Usia Dini. 13(1), 139–144.
Chintya, R., & Sit, M. (2024). Analisis Teori Daniel Goleman dalam Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Usia Dini. 4(1), 159–168.
Cueli, M., Martín, N., Cañamero, L. M., Rodríguez, C., & González-Castro, P. (2024). The Impact of Children's and Parents' Perceptions of Parenting Styles on Attention, Hyperactivity, Anxiety, and Emotional Regulation. Children, 11(3). https://doi.org/10.3390/children11030313
Dwistia, H., Sindika, S., Iqtianti, H., & Ningsih, D. (2024). Peran Lingkungan Keluarga dalam Perkembangan Emosional Anak. Jurnal Parenting Dan Anak, 2(2), 9.
Ernawati, Y., & Diana, D. (2025). Implementasi Terapi Behavior terhadap Perilaku Hiperaktif Anak Usia Dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 480–490.
Iftitah, S. L. (2022). Upaya Guru Dalam Membimbing Anak Hiperaktif Di Tk Pkk Tanjung Pademawu Pamekasan. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 5(1), 15.
Jufriyadi. (2026). Kepala Sekolah KB Al-Mujtama'.
Kamilla, K. N., Nur, A., Saputri, E., Fitriani, D. A., & Az, S. A. (n.d.). Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson. 3(2), 77–87.
Kuswardani, M. E. (2025). Analisis Psikologi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Literasiologi, 14, 5.
Lathifah, A., Saputro, B. A., Prasetyowati, D., & Rachmawati, Y. (2023). Perkembangan Sosial Emosional Peserta Didik Usia Dasar. 09(September).
Munawwaroh, H. (2025). Pendidikan Anak Usia Dini Teori John Bowlby Dalam Pandangan Psikologi Islam. 12(1), 74–83.
Natris Idriyan. (2020). Adaptasi Alat Ukur Kelekatan dengan Orang Tua.
Rachmayani, D., Yusainy, C., & Bonafita Zahro, E. (2025). Psikoedukasi Strategi Regulasi Emosi Pada Anak Usia 5-7 Tahun. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(2), 191–200.
Russell A. Barkley. (2015). Attention-Deficit Hyperactivity Disorder: A Handbook for Diagnosis and Treatment.
Saidah. (2026). Wawancara Guru Kelas.
Santrock W., John. Kirby Deater-Deckard, J. L. (2023). Child Development. McGraw-Hill Education.
Shihab, M. Q. (2017). TAFSIR AL-MISHBAH.
Syahrani, A., & Palila, S. (2024). Perilaku Mencari Perhatian pada Remaja Akhir dengan Latar Belakang Keluarga Broken Home. Jurnal Psikologi Integratif, 12(1), 102–118.
W. Santrock, J. (2021). Life Span Development (18th ed.). McGraw-Hill Education.
Yunitasari, S. E., Panca, U., & Bekasi, S. (2025). Pola Asuh Orang Tua terhadap Sosial Emosional Anak Berkebutuhan Khusus dengan Gangguan Pemusatan Perhatian (ADHD) dan Hiperaktif. 5(April), 97–104.
Zahra, D. (2023). Kelekatan Orang Tua terhadap Perkembangan Karakter Anak Usia Dini. Jurnal Neo Konseling, 1(1), 82–95.
