Optimalisasi Peran Guru PAI dalam Pembinaan Karakter melalui Pendekatan Keagamaan dan Konseling Sosial
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i3.1218Kata Kunci:
Konseling Sosial, Pembinaan Karakter, Pendekatan Keagamaan, Peran Guru PAIAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan karakter siswa melalui pendekatan keagamaan dan konseling sosial di UPTD SMP Negeri Satu Atap 3 Tongkuno. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru PAI berperan dalam pembinaan karakter melalui keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, penguatan disiplin religius, dan internalisasi nilai-nilai Islami; (2) konseling sosial dilakukan melalui pendampingan dan home visit untuk memahami permasalahan siswa serta membangun komunikasi dengan orang tua; (3) pendekatan keagamaan dan konseling sosial diintegrasikan melalui dialog persuasif yang menghubungkan permasalahan siswa dengan nilai-nilai keagamaan; dan (4) optimalisasi peran guru PAI didukung oleh kebijakan sekolah, budaya religius, kerja sama antarpendidik, dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi variasi motivasi siswa, pengaruh teman sebaya, latar belakang keluarga, keterbatasan waktu, dan evaluasi karakter yang belum optimal. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya pembinaan karakter yang dilakukan secara integratif melalui penguatan budaya religius, pendampingan sosial, dan kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga.
Referensi
Al-Ghazali. (2008). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Fikr.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Basri, H., Suhartini, A., & Nurhikmah, S. (2023). Pembentukan karakter religius peserta didik melalui pembiasaan kegiatan keagamaan di MA Miftahul Ulum Kabupaten Purwakarta. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(02).
Corey, G. (2013). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (9th ed.). Belmont, CA: Brooks/Cole, Cengage Learning.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional.
Erwina, M. A., Kustati, M., & Septriyanti, N. (2025). Upaya Guru PAI dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosi dan Komunikasi Siswa di SMAN 11 Merangin: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 633–646.
Faizah Noer Laela. (2015). Bimbingan Konseling Sosial. Surabaya: Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Firmansyah, B., Aliyah, N. D., & Darmawan, D. (2024). Pengaruh kompetensi guru PAI, perhatian orang tua, dan pergaulan teman sebaya terhadap pembentukan karakter siswa di MA Unggulan Nur Al-Jadid Waru Sidoarjo. Teaching: Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 4(3), 203–214.
Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2011). Introduction to Counseling and Guidance (7th ed.). Boston: Pearson.
Hafiz, M., Ritonga, A. A., & Nasution, S. (2025). Implementasi budaya religius dalam penanaman nilai-nilai karakter siswa SMP. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(1), 298–305.
Hilda, H., Mulyadi, M., & Dewantoro, M. M. H. (2025). Transformasi Karakter Siswa Melalui Peran Strategis Guru PAI di SD Negeri Sardonoharjo 1, 7(2), 385–396.
Judrah, M., Arjum, A., Haeruddin, H., & Mustabsyirah, M. (2024). Peran guru pendidikan agama Islam dalam membangun karakter peserta didik upaya penguatan moral. Journal of Instructional and Development Researches, 4(1), 25-37.
Khoirina, R., & Akhmad, F. (2021). Pendidikan karakter sebagai upaya mengatasi degradasi moral remaja di era globalisasi. Seminar Nasional Hasil Pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan, 250–255.
Lickona, T. (1991). Educating for Character. New York: Bantam Books.
Marni. (2017). Nilai, fungsi, dan makna Katangari dalam bahasa Muna di Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Jurnal Bastra, 1(4).
Muhaimin. (2001). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nadhifah, A. U., Waqfin, M. S. I., & Wahyudi, W. (2025). Peran Guru PAI dalam Menanamkan Kedisiplinan Siswa Melalui Kegiatan Sholat Berjama’ah di MTs Sunan Gunung Jati Kabuh. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(3), 1285–1291.
Permatasari, U. D., & Karwanto. (2021). Pelaksanaan program home visit dalam menunjang pembinaan karakter religius dan mandiri siswa di SMP Al-Hikmah Surabaya. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 9(4), 908–917.
Sapitri, A., Amirudin & Maryati, M. (2022). Peran pendidikan agama Islam dalam revitalisasi pendidikan karakter. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 5 (1) 252-266.
Salsabila, U. H. (2018). Teori Ekologi Bronfenbrenner sebagai sebuah pendekatan dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, 7(1), 139–158.
Setyani, D., Sari, N. K., & Sutrisno, T. (2021). Problematika guru dalam menanamkan nilai karakter selama home visit siswa sekolah dasar. Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3).
Ula, W. F., & Khusnia, R. (2025). Upaya Guru PAI dalam Menanamkan Nilai Akhlak Mulia pada Siswa di Era Digital, 2(3), 417–428.
Yuhana, A. N., & Aminy, F. A. (2019). Optimalisasi peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai konselor dalam mengatasi masalah belajar siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(1), 79.
