Praktik Isbal di Kalangan Muslim Kontemporer: Kajian Empiris atas Pemahaman Hadis Larangan Isbal

Penulis

  • Riza Arif Mz Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Nasrullah Nasrullah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Ulfa Maskanah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

DOI:

https://doi.org/10.61253/cendekiawan.v5i2.744

Kata Kunci:

Hadis tentang Isbal, Masyarakat Modern, Muslim Kontemporer

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk memahami isbal yang tercantum dalam hadis-hadis Nabi dan mengkaji fenomena pemakaian pakaian itu sendiri di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, fokus utama artikel ini adalah bagaimana hadis-hadis Nabi memberikan informasi mengenai isbal dan maknanya, serta bagaimana fenomena tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat. Uraian artikel ini menunjukkan bahwa isbal adalah perilaku memperpanjang pakaian melebihi pergelangan kaki. Kontroversi isbal muncul karena adanya hadis-hadis Nabi yang saling bertentangan secara substansial. Hadis yang mendukung dan melarang menimbulkan perbedaan pandangan dan makna isbal itu sendiri. Oleh karena itu, pemahaman hadis isbal harus menggunakan pendekatan hadis yang bertentangan yang dalam khazanah Islam disebut sebagai ilmu mukhtalif al-hadis. Secara sosiologis-antropologis, klaim kebenaran merupakan faktor fundamental dalam kontroversi mengenai praktik berpakaian dengan isbal.

Referensi

Chamimudin, A. “WACANA ISBAL DALAM MEME HADIS; ANALISIS KONTEN PADA AKUN FACEBOOK@ Produsensirwal.” Universum 17, no. 1 (2023).

Dahliana, Yeti, Ahmad Nurrohim, and Alfiyatul Azizah. “Pemaknaan Hadis-Hadis Isbal Oleh Kelompok Salafi Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Harun As-Syafi’i, Yogyakarta: Analisis Teori Resepsi.” Diroyah 5, no. 2 (2021): 94.

Dewi, Aulia Fikriani. “Analisis Isi Pemberitaan Pelarangan Cadar Dan Celana Cingkrang Di Tempo. Co.” Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif …, 2020.

Hidayat, Fathul, Toni Markos, and Nasyiatul Aisyah. “Hadis-Hadis Tentang Isbal: Studi Pemahaman Dan Pengamalan Di SDIT Dar El-Iman Padang.” Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial Dan Budaya 1, no. 1 (2019): 54–68.

Iqbal, Mohammad Maulana. “Konstruksi Radikalisme Bagi Mahasiswa Celana Cingkrang Dan Cadar Di Surabaya.” Paradigma 10, no. 1 (2021).

Miski, Miski. “Fenomena Meme Hadis Celana Cingkrang Dalam Media Sosial.” Harmoni 16, no. 2 (2017): 291–306.

Murtini, Nurul Budi. “FENOMENA PRAKTIK CINGKRANG IMPLEMENTASI LARANGAN ISBAL (Studi Living Hadis Pada Masyarakat Muslim Mangunharjo Probolinggo).” Al-MAJAALIS: Jurnal Dirasat Islamiyah 7, no. 2 (2020): 163–206.

Rohmah, Awalia. “Polemik Hadis Isbal.” AQWAL Journal of Qur’an and Hadis Studies, n.d.

Rozikin, M Rohma. Celana Cingkrang: Bagaimana Hukumnya?: Kajian Fikih Isbal. Universitas Brawijaya Press, 2016.

Weriana, Weriana, Miftahul Cholifah, Noni Juli Astuti, Fitri Oviyanti, and Maryamah Maryamah. “Celana Cingkrang Dan Jenggot vs Ideologi Sebagai Tolak Ukur Radikalisme.” JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 6, no. 3 (2023): 1826–30.

Diterbitkan

20-06-2026

Cara Mengutip

Mz, R. A., Nasrullah, N., & Maskanah, U. (2026). Praktik Isbal di Kalangan Muslim Kontemporer: Kajian Empiris atas Pemahaman Hadis Larangan Isbal. Cendekiawan : Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 5(2), 1034–1041. https://doi.org/10.61253/cendekiawan.v5i2.744